Ada beberapa sebab mengapa sebuah pengukuran dilakukan secara berulang-ulang antara lain
- Adanya kesulitan eksperimen dalam pengulangan pengukuran
- Besaran yang diukur bersifat fluktuatif (berubah-ubah)
- Adanya variasi dari medium pada saat eksperimen dilakukan
Nah disini kita dapat menentukan angka pastinya dengan cara mengambil sejumlah data yang kemudian diambil nilai rata-ratanya. Sedangkan nilai ketidakpastiannya dapat diambil dari nilai deviasinya.
Nilai rata-ratanya dapat kita tentukan menggunakan persamaan di bawah ini:
Keterangan:
N merupakan jumlah data sedangkan ni merupakan banyaknya data xi yang muncul.
Untuk nilai deviasinya dapat kita tentukan dengan persamaan akar kuadrat dari ragam rerata sampel (averaged sample variance), yakni
1. Kesalahan Umum
2. Kesalahan Sistematik
- Kesalahan Kalibrasi
- Kesalahan Titik Nol
- Kesalahan Komponen Alat
- Kesalahan Paralaks
3. Kesalahan Acak
- Gerak Brown Molekul Udara
- Fluktuasi Tegangan Listrik
- Landasan yang Bergetar
- Bising
- Radiasi Latar Belakang
1. Ketidakpastian dalam Pengukuran Tunggal
Apabila Anda perhatikan, setiap alat ukur atau instrumen mempunyai skala yang berdekatan yang disebut skala terkecil. Nilai ketidakpastian (Δx) pada pengukuran tunggal diperhitungkan dari skala terkecil alat ukur yang dipakai. Nilai dari ketidakpastian pada pengukuran tunggal adalah setengah dari skala terkecil pada alat ukur.
2. Ketidakpastian dalam Pengukuran Berulang
3. Ketidakpastian Relatif







